Sya’ir Lir ilir menurut pandangan Aksiologi

Sya’ir Lir ilir menurut pandangan aksiologi.

Aksiologi (nilai) berasal dari bahas Yunani, yaitu dari akta axios yang berarti nilai dan logos artinya teori atau ilmu. Menurut kamus bahas Indonesia, bahw Aksiolog adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai khususnya etika.

Sya’ir Lir ilir menurut pandangan Aksiologi
Sya’ir Lir ilir menurut pandangan Aksiologi


Aksiologi Ialah ilmu pengetuan yang menyelidiki hakekat nilai, yang umunya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. Di dunia ini terdapat banyak cabang pengetahuan yagn bersangkutan dengan masalah-masalah nilai yang khusus, seperti ekonomi, estetika, etika, filsafat agama dan epistomologi. Epistomolgi bersangkutan dengan masalah kebenaran. Etika bersangkutan dengan masalah kebaikan (dalam arti kesusilaan), dan estetika bersangkutan dengan masalah keindahan. 

Setiap syair memiliki nilai nilai terkandung di setiap baitnya, seperti Pada Bait "Lir Ilir" yang memiliki arti Bangkitlah, jika di perjelas lagi bangkitlah tersebut adalah Ajakan untuk seseoraang yang duduk atau tidur untuk berdiri. Jika di lihat bait ini memiliki nilai untuk mengajak orang yang masih santai tidak pernah memikirkan tentang perintah tuhan, supaya bangkit dan sadar untuk melakukanya perintah tuhan, dan menjauhi larangan tuhan. Hidup di dunia ini tidak selamanya dan masih ada kehidup lagi setelah ini. 

  • Tandure wus sumilir yang memiliki arti (Tanaman sudah mulai bersemi), Bersemi ini iyalah tanaman yang baru muncul atau yang beru saja bertunas, yang masih baru muncul di dunia, untuk menuju kehidupn yang makmur dan sejahtera. Islam yang rahmat bagi alam sudah datang. Tunas di tunjukkan padi, karna padi adalah makanan pokok orang jawa. 
  • Tak ijo royo-royo (Bagaikan warna hijau yang menyejukkan) Hijau adalah warna dari daun yang membuat sejuk, warna hijau juga melambangkan kedamain yang membuat kita sejuk dan tentram. 
  • Setelah bertumbuhnya tunas maka kehidupan baru akan muncul, samahalnya bait Tak Sengguh Temanten Anyar (Bagaikan Sepasang Pengantin Baru) kehidupan setelah islam datang akan menjadi kehidupan yang baru yang lebih baik dari dan lebih tentram, denga meninggalkan kehidupan kelam yang terdahulu. 
  • Cah angon, Cah angon (Wahai anak gembala, wahai anak gembala) Manusia sebagai khalifah fi al-ard harus bisa seperti orang pegembala. pengembala harus bisa menenangkan apa yang dia gembala, harus menajadi adil memperlakukan gembalanya. Jadi untuk bait ini manusia di tuntut untuk menjadi bijaksana dalam semua hal tanpa harus melihat ras, seperti adat jawa kuno yang masih memandang tentang ras, pangkat dan lainya. 
  • Makna dari Penekno Blimbing Kuwi (Tolong Panjatkan Pohon Belimbing Itu) Buah belimbing memiliki sisi 5 yang menonjol, sama seperti bilangan rukun islam yang lima, rukun islam di antaranya ada tentang syahadad kepada Allah atau berjanji untuk menjalankan perintah tuhan. Panjat dan menaiki pasti dengan kaki dan tangan, memanjat itu suat pekerjan yang berat dari pada berjalan dan berlari, tangan dan kaki kita harus kejasama untuk mendapatkan Belimbing tersebut. 
  • Lunyu-Lunyu Penekno (Meskipun Licin Tetaplah Memanjatnya) Kayu dari pohon belimbing tersebut dalam keadaan licin, tapi kita harus tetap fokus dan terus berjuang meskipun kita tahu bahwa pohon tersebut itu licin, agar kita mendapatkan buah belimbing. Usaha tanpa batas meski kita harus jatuh dan menahan sakit, jangan putus asa. 
  • Kanggo Mbasuh Dodot Iro (Untuk Mencuci Pakaianmu) Pakain adalah sesuatu yang berfungsi untuk menutupi yang ada di luar tubuh, sama halnya akhlak. Dan mencuci pakaian pasti menggunakan air yang di siram. Mencuci adalah tindakan untuk membersihkan sesuatu yang kotor kita agar kita lebih baik terus membaik. 
  • Dodot Ira, Dodot Ira Kumitir Bedhah Ing Pinggir (Pakaianmu, Pakaianmu Telah Robek di Bagian Pinggir) Pakain adalah sesuatu yang menutupi tubuh kita dan membuat tampilan kita menjadi menawan, sama halnya akhlak yang menutupi dan membuat manusia menjadi baik di hadapan orang. Robek memiliki makna terputus jahitan. Pinggir adalah sebuat tepi atau samping dari sebuah bagian, yang masih belum di tengah. Jika di gabungkan akan memiliki arti ahlakmu sudah rusak tapi masih bisa di perbaiki masih belum terlambat. 
  • Dondomono, Jlumatono Kanggo Sebo Mengko Sore (Jahitlah, Perbaikilah Untuk Menghadap Nanti Sore) jahitlah (kalimat perintah) suatu tindakan mengembalikan kain yang robak. Perbaikilah (kalimat perintah) adalah pekerjaan membuat sesuatu yang rusak menjadi baik lagi. Nanti sore memiliki arti masa depan dan akhirat. Jadi bait ini memiliki makna kita di perintah supaya memperbaiki diri kita untuk mempersiapkanya di masa depan dan di akhirat. 
  • Mumpung Padhang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane (Mumpung bulan bersinar terang,mumpung banyak waktu luang) Bulan adalah Benda yang bersinar di langit malam, bulan akan bersinar sepenuhnya ketika tanggal 14-15 dan Mumpung banyak waktu luang, artinya mumpung kita masih muda maka kita harus memanfaatkan waktu kita.  
  • Yo Surako, Surak Hiyo (Berserahlah dengan Rasa Syukur) Memberikan pengabdian, mengikuti perintah dan menjauhi rangan dan mengembalikan semua yang di berikan terhadap kita dengan rasa syukur, seperti sodakoh adalah salah satu bentu syukur.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sya’ir Lir ilir menurut pandangan Aksiologi"

Posting Komentar

Berkomentar lah dengan baik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel